PPC Iklan Blogger Indonesia

Popular post

Latest Post

paling bagus

PPC Iklan Blogger Indonesia

MINA THIRTO PLUS: PENGOLAHAN KOLAM PEMBESARAN

Written By Unknown on Minggu, 19 Oktober 2014 | 13.07

Belum Ada Kepastian Pengumuman Hasil Tes CPNS 2013

Written By Unknown on Senin, 24 Februari 2014 | 08.25


JAYAPURA [PAPOS] – Pengumuman hasil tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Papua formasi tahun 2013 sampai saat ini belum dapat diketahui secara pasti, walaupun daerah lain di Indonesia sudah diumumkan namun Papua dan Papua masih molor.
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Latihan Aparatur (BPLA) Provinsi Papua Charles Kambuaya mengaku, untuk pengumuman hasil tes CPNS Papua formasi tahun 2013 masih menunggu keputusan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
“Jadi kita belum bisa menentukan secara pasti pengumuman tes CPNS, jadi kita masih menunggu Men-PAN kepastian pengumuman,” kata Charles Kambuaya kepada kantor Gubernur Papua, Senin (24/2] kemarin.
Ditanya mengenai proses jadwal pengumuman hasil tes CPNS Papua, Charles Kambuaya mengaku, proses penentuan jadwal pengumuman hasil tes CPNS untuk Papua masih berada di Men-PAN.
“Jadi kalau Men-PAN memberikan hasil cepat, kita juga akan umumkan cepat,” terangnya.
Dijelaskannya, pengumuman tes CPNS untuk Papua terakhir akan dilakukan untuk formasi umum dan K2. Namun belum diketahui apakah pengumumannya akhir bulan ini atau awal bulan Maret, jadi mengenai hasil pertemuan dengan Men-PAN bahwa pengumuman akan dilakukan pada minggu ke-empat bulan Februari bulan dapat dilakukan.
“Hasil pertemuan dengan Men-PAN bersama Bupati dan Gubernur Papua/Papua Barat, disepakati pengumuman akan dilakukan bulan ini. Namun sampai saat ini kita belum ketahui sampai kapan,” terangnya.
Ditanya mengenai kendala yang menghambat sehingga pengumuman hasil tes formasi tahun 2013 tahun Papua belum diumumkan, dirinya mengaku, tidak mengetahui secara pasti kendala sampai saat ini pengumuman tersebut belum dilakukan.
“Untuk formasi umum tetap diumumkan di Papua, tetapi untuk K2 akan diumumkan oleh Men-PAN,” tambahnya.
Sebelumnya Pemerintah Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Azwar Abubakar, di Kantor Kemenpan-RB RI, di Jakarta beberapa waktu lalu.
Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa pengumuman hasil CPNS 2013 di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua maupun kabupaten/kota di Papua akan diumumkan di atas 5 Februari mendatang. Pada pertemuan itu, dari Pro­vinsi Papua diwakili oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Papua Drs. Elia I. Loupatty,MM dan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Latihan Aparatur Provinsi Papua, Charles Kambuaya,S.Sos. Sedangkan dari Provinsi Papua Barat dihadiri oleh gubernurnya sendiri Abraham Oktavianus Ataruri.
Charles Kambuaya menjelaskan, ada sejumlah hasil postif yang disepakati melalui pertemuan tersebut, diantaranya bahwa seleksi CPNS diserahkan ke daerah, sehingga gubernur, bupati dan wali kota sangat memegang tanggung jawab tersebut.
“Meski begitu, seleksi tidak akan sembarangan, karena ada standar yang sudah diberikan, yaitu mereka yang lolos adalah mereka yang memiliki nilai tes rangking terbaik, harus mengikuti tes, dan tidak boleh ada permainan, karena hasilnya juga akan diserahkan ke Kemenpan-RB,” tegasnya.[tho].sumber:http://www.papuapos.com/index.php/component/k2/item/4047-belum-ada-kepastian-pengumuman-hasil-tes-cpns-2013
Terakhir diperbarui pada >center/<>/center<

Pengamat: Apel Siaga Perubahan Jangan Jadi Pepesan Kosong

Written By Unknown on Minggu, 23 Februari 2014 | 08.03

Polisi Evakuasi 10 Pekerja yang Diduga Disekap Majikan di Medan

<>/center
Khairul Ikhwan - detikNews
Jakarta - Polisi mengevakuasi 10 dari 12 pekerja wanita dari rumah yang diduga menjadi lokasi penyekapan mereka di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Turut diamankan seorang pria yang diduga majikan mereka.

Evakuasi itu dilakukan Unit Vice Control Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota (Polresta) Medan, Minggu (23/2/2014) sore, di rumah yang berada di Jalan Brigjend Zein Hamid, Gang Familiy, Medan Johor. Mereka selanjutnya dibawa ke Polresta Medan Jalan HM Said untuk diperiksa.

Para pekerja yang diamankan ini sebagian besar berasal dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), namun petugas masih belum menemukan kartu identitas mereka masing-masing. Dugaan sementara, para pekerja ini disiksa majikannya yang bernama Mohar selama berada di rumah itu.

Saat dievakuasi petugas ke dalam mobil, beberapa di antara wanita ini terlihat sakit. Bahkan terpaksa dibopong oleh rekan-rekan pekerja lainnya. Petugas akhirnya memboyong 10 orang pekerja, sementara dua lagi tetap di rumah itu sebab kondisinya sakit.

Tindakan evakuasi yang dilakukan polisi ini menyusul adanya laporan, bahwa salah seorang pekerja di rumah itu bernama Marni Baun (24), tewas diduga akibat disiksa. Korban meninggal dunia di salah satu rumah sakit di Medan, lalu jenazahnya dipulangkan ke NTT.

Mohar yang ditanyai ihwal korban tewas ini, tidak bersedia memberikan komentar. Dia menutupi wajahnya dengan kertas. Namun salah satu pekerja yang dievakuasi, Sutri Bani justru membantah dugaan mereka mengalami penyiksaan. Sutri yang sudah bekerja selama tiga tahun sebagai pembersih sarang burung walet di rumah itu, juga menolak anggapan mereka disekap. Mengenai Marni Baun yang meninggal dunia itu, kata Sutri, karena sakit.

“Dia sakit maag,” kata Sutri.

Polisi belum memberikan keterangan resmi mengenai evakuasi ini, karena masih mendudukkan persoalannya. Mereka masih menggali informasi mengenai aktivitas dan perlakuan pemilik rumah terhadap para pekerja itu.sumber: http://news.detik.com/read/2014/02/23/194442/2506017/10/polisi-evakuasi-10-pekerja-yang-diduga-disekap-majikan-di-medan
/center<

Banjir 30 Cm Hingga 1,5 Meter Rendam 7 Perumahan Penduduk di Bekasi

Written By Unknown on Sabtu, 22 Februari 2014 | 19.57

<>/center
Cabang Empat Hurip Jaya Bekasi banjir/Bisot Palawaruk-pasangmata.com
Jakarta - Hujan deras yang melanda kawasan Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu (22/2) menimbulkan banjir di Kota Bekasi. Banjir yang merendam perumahan warga sejak hingga kini belum surut.

Kasubag Humas Polres Kota Bekasi AKP Siswo menginformasikan, hingga Minggu (23/2/2014) pagi tadi, ada sedikitnya 7 perumahan penduduk yang terendam banjir. Ketinggian banjir bervariasi antara 30 cm hingga 1,5 meter.

"Banjir paling parah di Pondok Gede Permai (PGP) dengan ketinggian banjir hingga 150 cm," kata Siswo kepada detikcom, Minggu (23/2/2014).

Berikut 7 lokasi perumahan di Bekasi yang direndam banjir:

1. Perum Dosen IKIP RW 02 (ketinggian air 40 cm).
2. Perum Nasio RW 15 dan RW 16 (ketinggian air 30 cm).
3. Vila Jatirasa  RW 11 dan RW 12 (ketinggian air 100 cm).
4. Pondok Gede Permai RW 08, RW 09 dan RW 10 (ketinggian air 150 cm).
5. Kompleks AL Kemang IFI  (ketinggian air 40 cm).
6. Pondok Mitra Lestari RW 13 (ketinggian air 30 cm).
7. Kemang IFI Graha RW 14 (ketinggian air 40 cm.sumber:http://news.detik.com//banjir-30-cm-hingga-15-meter-rendam-7-perumahan-penduduk-di-bekasi/center>

Penggerebekan Markas OPM Ada Rekayasa?

<>/center
Ir.Wenand Watory
JAYAPURA –Penggerebekan terhadap anggota OPM di Kampung Sasawa, Kabupaten Kepulauan Yapen tangggal 1 Februari lalu hingga menangkap sebanyak 10 orang dan salah satu dari kelompok mereka tewas tertembak, diduga ada rekayasa.
Hanya saja, rekayasa dalam aksi penggerebekan itu belum diketahui motifnya seperti apa dan apakah ada oknum dibalik layar, sehingga membuat situasi tidak kondusif.
Adanya dugaan rekayasa ini diungkapkan anggota DPRP Ir. Wenand Watory kepada wartawan, kemarin di DPRP.
“Informasi yang saya dapat bahwa kejadian tidak signifikan, tapi ini juga perlu ditelusuri oleh pihak keamanan apakah ini betul prosesnya itu murni atau kah ada gerakan oleh rakyat atau memang ini sebuah rekayasa karena saya banyak dengar cerita saat turun di daerah itu lebih banyak rekayasa,” kata
Menurutnya, rekayasa dalam penembakan yang terjadi di Kepulauan Yapen motifnya hingga saat ini belum diketahui dan secara pribadi, pihaknya tidak masuk akal karena gerakan yang dilakukan oleh kelompok tersebut masuk ke Kota, apalagi daerah itu merupakan pulau yang sangat kecil. “Serui itu merupakan pulau kecil tidak mungkin orang melakukan gerakan lalu sampai di tengah Kota itu menurut saya tidak masuk akal atas peristiwa yang terjadi lalu,” tuturnya.

Untuk itu, diharapkan kepada Pemerintah dan juga kepada pihak keamanan menyelesaikan persoalan yang terjadi di Kepulauan Yapen agar jangan rakyat dikorbankan terus. “Jangan rekayasa membuat situasi tidak kondusif, sebab sekarang ini pelajar tidak sekolah padahal sudah dekat ujian, mulai dari SD maupun SMP,” katanya
Hal seperti ini, menurut dia, masyarakat tidak bisa leluasa untuk melakukan aktivitas, terutama bertani, sehingga ekonomi kerakyatan di daerah itu sangat  terganggu. “Ini harus diselesaikan oleh pihak keamanan dan harus jujur dengan kejadian ini. Jangan terus bermain-main di belakang layar lalu menciptakan suasana yang mengorbankan masyarakat dan tidak etis kalau saya menceriterakan semua ini,” katanya.
Dikatakan, kedatangan di wilayahnya yang merupakan wilayah pembangunan Dapil II sengaja datang untuk merekam situasi yang terjadi disana, dan masyarakat mengeluh karena mereka kebanyakan menyampaikan bahwa peristiwa itu merupakan rekayasa. Nah, siapa yang merekaya itu merupakan tugas kepolisian untuk mengungkap hal ini,” katanya.
Untuk dirinya mengklaim bahwa, pihaknya akan melakukan pengawasan di daerah itu tetapi yang lebih teknis adalah aparat kepolisian untuk mendeteksi siapa dibalik layar itu. “Siapapun dia harus ditegaskan supaya situasi tidak dipelihara karena hal ini bisa mengganggu pesta demokrasi,” ujarnya. (Loy/don/L03 sumber:http://bintangpapua.com/index.php/lain-lain/k2-information/halaman-utama/item/13390-penggerebekan-markas-opm-ada-rekayasa?
/center<
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PAPUA NEWS - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger