paling bagus

PPC Iklan Blogger Indonesia
Home » , » Guru SD dI Bunuh dan disiksa di Paniai

Guru SD dI Bunuh dan disiksa di Paniai

Written By Unknown on Selasa, 18 Februari 2014 | 02.26

foto Yulianus Yeimo
Paniai, KNPBNews- Pembunuhan terus terjadi terhadap Orang Papua. Kali ini seorang mantan guru sekolah dasar (SD), Yulianus Yeimo yang dipukul dan disiksa Brimob Indonesia hanya karena menurunkan bendera merah putih pada tahun 2012 itu ditemukan tewas terbunuh pada 25 Januari 2014 kemarin
Pria berusia 45 tahun itu berulang kali disiksa Brimop yang bertugas di Enarotali, Paniai. Pada 10 Agustus 2012 ia disiksa secara brutal oleh Brimob Indonesia di kompleks pasar Enarotali sekitar pukul, 06.00 sore.
Menurut Mecky Yeimo, Sekretaris 1 KNPB bahwa Yulianus Yeimo juga disiksa Brimob di Paniai pada tanggal 24 November 2011 sekitar pukul,15.00 wit di ujung lapangan Kogekotu/Awabutu Enarotali, Paniai, West Papua.
Dari data yang dihimpun knpbnews.com, sebelumnya almarhum Yulianus Yeimo dipukul dengan besi bar dan popor senjata oleh Brimob hingga membuat Yulianus Yeimo mengalami patah hidung dan mengeluarkan darah serta dari mulut mengalir darah seperti air. Lalu,  dada di tendang dan rahang retak, lidah hampir putus.
Kejadian seperti ini banyak terjadi di paniai dan di Papua. Akibat dari pemukulan tersebut, dirinya mengalami ganguan psikologi, kemudian ia di bunuh oleh Brimob Indonesia tanpa sebab pada 25 Januari lalu.
Menurut keterangan saksi yang di terima KNPBNews.com tubuh pria ini diikat di bagian lehernya menggunakan tali. Mayatnya tiba-tiba ditemukan di Danau Paniai, pada tanggal 25 Januari 2014.
Kuat dugaan, pembunuhan itu dilakukan oleh anggota militer Indonesia, Brimob atau Aparat keamanan sebagai pembalasan lanjut akibat ia hanya merobek bendera Indonesia.
Sementara itu, Mecky Yeimo, menuturkan tuntutan keluarga. “Keluarga dan masyarakat Paniai menuntut penyelidikan lebih lanjut atas kematian-Nya.” Kata Mecky
“Kami juga meminta bahwa pasukan militer dan keamanan semua personil Indonesia segera ditarik dari daerah Paniai, dan di seluruh Wilayah Papua Barat.” Ungkapnya.
“Kami menuntut juga agar pelaku pembunuhan dan penyiksaan itu secepatnya dibawa ke pengadilan penuh dan bahwa semua angkatan bersenjata Indonesia segera menghentikan semua kekejaman Hak Asasi Manusia yang keji di Tanah Papua Barat.” Imbuhnya..sumber.http://knpbnews.com
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PAPUA NEWS - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger